Articles by "Sumbar"

Tampilkan postingan dengan label Sumbar. Tampilkan semua postingan


Sumbar,Kabanusa - Sebagai bentuk komitmen dalam menjamin keselamatan operasional kereta api dan upaya pencegahan terhadap potensi terjadinya kecelakaan khususnya selama masa priode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026, KAI Divre II Sumbar melaksanakan kegiatan cek lintas menggunakan lori dresin petak jalan Stasiun Padang- Stasiun BIM - Stasiun Kayutanam, Rabu (17/12).

Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan dalam arahannya saat safety breafing sebelum dimulainya kegiatan, menekankan pentingnya kewaspadaan, kepatuhan terhadap SOP, serta penguatan budaya keselamatan kerja, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi risiko akibat kondisi alam dan cuaca ekstrem dan ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran terkait untuk melakukan pengisian formulir Identifikasi dan Penanganan Risiko (IBPR) serta segera menindaklanjuti catatan yang ada selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset PT KAI, lokasi dan kondisi perlintasan, serta sistem drainase di sepanjang jalur, termasuk lokasi-lokasi yang sebelumnya terdampak banjir dan galodo.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan ini dilaksanakan, tidak hanya pada momen tertentu saja seperti menjelang Nataru saat ini. Namun, kegiatan ini merupakan salah satu program rutin yang dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi setiap potensi bahaya dan memitigasi resiko yang ada di lapangan serta meningkatkan keamanan operasional KA demi mewujudkan komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menciptakan perjalanan KA yang aman dan nyaman.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api resmi tidak terjaga dan masyarakat yang berada di sekitar rel.

Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan memberikan himbauan kepada pengguna jalan raya yang melintasi perlintasan menggunakan pengeras suara, membagikan stiker, dan melakukan pembentangan spanduk keselamatan yang bertuliskan imbauan untuk selalu memperhatikan keselamatan bersama.

"Sebanyak 28 perjalanan KA penumpang dan 24 perjalanan KA Barang (Klinker/Semen) yang di operasikan Divre II Sumbar setiap harinya, kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan raya yang hendak melewati perlintasan kereta api khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar agar tetap selalu waspada, tengok kanan kiri sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ujar Reza.

Reza menegaskan, bagi pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas seperti menerobos palang pintu kereta api, mengabaikan semboyan 35 (Klakson) serta rambu-rambu lainnya merupakan tindak pidana lalu lintas. 

Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, rambu-rambu atau sinyal peringatan harus dipatuhi sebagai tanda bahwa kereta api akan segera melintas, apabila masih terjadi pelanggaran, KAI Divre II Sumbar bisa menuntut ganti rugi kepada pihak-pihak yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

Reza menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua dan prioritas bagi perjalanan kereta api. Pelanggaran di perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Semoga dengan adanya kesadaran dari semua pihak, kita bersama-sama dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang KA khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar”, ungkap Reza.

Diakhiri kegiatan dilaksanakan safety talk guna mengevaluasi hasil pemeriksaan lintas dan memastikan tindaklanjut terhadap catatan yang ada di lapangan.

Kegiatan cek lintas ini merupakan bagian dari rangkaian kesiapan operasional KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di mana terjadi peningkatan mobilitas masyarakat. “Melalui pemeriksaan lintas secara langsung di lapangan, KAI memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi andal dan siap mendukung kelancaran perjalanan KA selama periode Nataru” kata Reza.

Selain aspek teknis prasarana, KAI Divre II Sumbar juga menempatkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama dengan memperkuat budaya keselamatan (safety culture) bagi seluruh insan KAI, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api. Sinergi antara kesiapan infrastruktur, kepatuhan prosedur operasional, dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan lancar selama masa angkutan Nataru 2025–2026.

“Dengan berbagai upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk memberikan pelayanan transportasi kereta api yang mengutamakan keselamatan, keandalan, serta kenyamanan bagi seluruh pelanggan dan masyarakat pengguna jalan,”. tutup Reza. 



 

Sumbar,Kabanusa - Dalam rangka meningkatkan kesadaran insan KAI terhadap pentingnya pengelolaan kelelahan kerja, kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat, serta perlindungan bagi penumpang kereta api khususnya menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Manajemen Kelelahan dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta Sosialisasi Asuransi Kecelakaan Penumpang Kereta Api, Selasa (16/12).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor KAI Divre II Sumbar ini dihadiri langsung oleh Kepala Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan beserta jajaran manajemen, Kepala Sub Bagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja Dwi Apriyanto, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSIA Cicik Padang dr. Muthia Faurin, serta para pekerja Divre II Sumbar.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama perusahaan yang dimulai dari kesiapan fisik, mental, dan kewaspadaan seluruh pekerja. Pengelolaan kelelahan kerja serta pemahaman terhadap penanganan kondisi darurat menjadi aspek penting dalam menjaga keselamatan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang.

Kemudian, Kepala Sub Bagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja, Dwi Apriyanto, menyampaikan sosialisasi mengenai mekanisme dan manfaat asuransi kecelakaan penumpang kereta api, termasuk hak-hak penumpang serta prosedur pengajuan santunan apabila terjadi kecelakaan.

Sementara itu, dr. Muthia Faurin, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSIA Cicik Padang, memberikan penyuluhan terkait manajemen kelelahan kerja serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Materi yang disampaikan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pekerja dalam mengenali tanda-tanda kelelahan, menjaga kebugaran, serta melakukan penanganan awal yang tepat pada situasi darurat.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pekerja yang dilaksanakan di Stasiun Padang.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

“Memasuki periode Angkutan Nataru 2025/2026 yang memiliki tingkat mobilitas penumpang tinggi, KAI Divre II Sumbar terus memperkuat kesiapan internal, khususnya dari aspek kesehatan, keselamatan, dan kesiapsiagaan petugas. Melalui pembekalan manajemen kelelahan, P3K, serta pemahaman asuransi penumpang, kami ingin memastikan seluruh pekerja berada dalam kondisi prima sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan aman, lancar, dan optimal,” ujar Reza Shahab.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi dan kepedulian terhadap keselamatan kerja menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Dengan SDM yang sehat, sigap, dan memahami prosedur keselamatan, KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama Angkutan Nataru 2025/2026, sekaligus mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, nyaman, dan berkesinambungan,” tutup Reza Shahab.





Sumbar,kabanusa - Dalam menghadapi musim penghujan serta peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026, PT KAI Divre II Sumatera Barat melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan selamat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi gangguan perjalanan akibat tingginya curah hujan, angin kencang, cuaca ekstrem yang berubah tiba-tiba, serta risiko banjir, longsor, dan amblesan tanah di sejumlah titik rawan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kondisi geografis wilayah barat Sumatera Barat pada petak jalur tertentu memiliki potensi pergerakan kontur tanah, terutama pada musim penghujan. Untuk itu, petugas prasarana jalan rel dan jembatan telah melaksanakan berbagai mitigasi preventif guna memperkuat keandalan jalur kereta.

“Petugas kami melakukan pemetaan prioritas perawatan prasarana, termasuk pengukuran jalur dengan track geometry melalui troli, pemeriksaan rutin secara jalan kaki oleh Petugas Periksa Jalan (PPJ), serta penambahan personel ekstra di titik-titik rawan. Semua langkah ini kami lakukan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui,” ujar Reza.

Salah satu upaya penting dilakukan melalui pengoperasian Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR), yaitu sarana perkeretaapian yang digunakan untuk melakukan perawatan dan perbaikan jalur rel, baik secara berkala maupun situasional. Perbaikan geometri jalan rel dengan KPJR meliputi:

- Lifting (angkatan): mengangkat rel sesuai nilai ketinggian yang ditentukan agar jalur kembali rata.

- ⁠Lining/Lestrengan: meluruskan jalur rel secara horizontal baik ke kiri maupun ke kanan sesuai nilai geometri yang diatur.

- ⁠Tamping: memadatkan batu ballast di bawah bantalan yang telah diangkat dan diluruskan.

Ketiga proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas jalan rel tetap optimal dan aman bagi perjalanan kereta api.

KAI Divre II Sumbar juga menyiapkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di sejumlah titik rawan dan lokasi strategis. AMUS terdiri atas material penting seperti rel cadangan, karung pasir, batu kricak, bantalan beton, dan bantalan kayu yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi darurat.

Selain itu, KAI turut menyiagakan alat berat seperti excavator dan MTT (Multi Tie Tamper) guna mempercepat proses perbaikan jalur jika terjadi gangguan. Pemasangan Dinding Penahan Tanah (DPT) berupa konstruksi bronjong juga dilakukan di beberapa titik untuk mencegah longsor dan amblesan. Berbagai peralatan teknis lainnya seperti dongkrak, alat potong rel, pelat sambung, penambat rel, dan Hand Tie Tamper (HTT) turut ditempatkan di lokasi strategis untuk mendukung pemeliharaan jalur secara cepat dan tepat.

Secara umum, sarana KPJR terbagi menjadi dua jenis:

- MTT (Multi Tie Tamper): untuk perbaikan geometri jalur secara mekanis melalui lifting, lining, dan tamping.

- ⁠PBR (Profil Ballast Regulator): untuk merapikan dan memindahkan batu ballast sehingga jalur tetap dalam kondisi stabil.

Peralatan darurat lainnya seperti tenda pleton, chainsaw, serta material H-beam untuk perbaikan sementara jembatan juga disiagakan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem.

Selain langkah teknis, KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur, serta segera melapor jika menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu operasional. Sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci agar perjalanan kereta api di Sumatera Barat tetap aman dan lancar, meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan dengan langkah-langkah preventif yang konsisten. Seluruh unit operasional KAI akan terus bersiaga penuh selama musim penghujan berlangsung,” tutup Reza.




Padang,Kabanusa – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Indonesia tingkat Sumatera Barat berlangsung meriah di Gedung Olahraga Bela Diri kawasan GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Sabtu (22/9). 

Ajang yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerja sama dengan KONI Sumbar ini menjadi wadah bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pada kejuaraan tersebut, atlet wushu Iqrar Permana Nusantara tampil gemilang dengan menyumbangkan medali emas di nomor Jurus Gun Shu B Putra. Sementara itu, Diva Nabila yang turun di nomor Sanda Senior 48 kg berhasil meraih medali perak untuk sasana HBT.

Tak berhenti di situ, Diva juga sukses menambah koleksi medali dengan meraih perunggu di nomor Wushu Sanda. Raihan tersebut terasa istimewa karena diperoleh meski kondisi kesehatannya tidak dalam keadaan prima. Namun berkat semangat juang, motivasi, serta dorongan dari tim pelatih, Diva tetap mampu mempersembahkan hasil terbaik.

Sasana HBT sendiri berada di bawah asuhan kak Yosi, kak Reza, serta dibantu oleh asisten pelatih Brigita Sanjaya, Dinda, dan Kennia. Mereka terus berupaya menempa kemampuan para atlet dengan disiplin, kerja keras, dan dukungan penuh baik di dalam maupun luar arena.

“Prestasi ini menjadi bukti kerja sama yang baik antara atlet dan pelatih. Kami ingin terus membimbing mereka agar lebih siap menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi di masa depan,” ujar salah seorang pelatih HBT.

Dengan capaian ini, tim pelatih berharap para atlet tidak cepat puas dan terus meningkatkan kemampuan. Kejurprov hanyalah awal dari perjalanan panjang, dan masih banyak kejuaraan yang menanti, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi atlet lain untuk berlatih lebih giat, serta menjadi pemicu lahirnya lebih banyak prestasi wushu dari Sumatera Barat di masa mendatang,” tutup sang pelatih.


Sumbar,Kabanusa - PT KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang KA melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Hal ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya disiplin berlalu lintas khususnya saat melintasi perlintasan sebidang KA.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2024, pihaknya telah melaksanakan 38 kali sosialisasi keselamatan berlalu lintas di berbagai lokasi, baik di perlintasan sebidang KA hingga di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional Divre II Sumbar. Sementara itu, pada tahun 2025 sosialisasi perlintasan sebidang KA di wilayah Divre II Sumbar dilakukan secara rutin minimal 1 (satu) minggu 1 (satu) kali dan di setiap pelaksanaanya dilakukan di 4 (empat) titik perlintasan yang berbeda sehingga sampai dengan akhir September 2025 ini, tercatat telah dilaksanakan sosialisasi sebanyak 103 titik.

Kali ini, pada moment Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 dan menyambut HUT ke-80 KAI, Sabtu (20/9) KAI bersama stakeholder melaksanakan giat sosialisasi disiplin perlintasan sebidang KA di 4 titik perlintasan sebidang diantaranya sbb :

1. JPL 33a Km 38+500

petak jalan Lubuk Alung - Duku, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat

2. JPL 30a Km 31+045

petak jalan Lubuk Alung - Duku, Sungai Buluh, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat

3. JPL 01 Km 0 + 464

petak jalan Duku - BIM, Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat

4. JPL 02 Km 3 + 423

petak jalan Duku - BIM, Katapiang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat

Sosialisasi ini melibatkan instansi terkait lainnya seperti Balai Teknik Perkertaapian Kelas II Padang, Dishub Provinsi Sumatera Barat, PT Jasa Raharja, TNI/POLRI dan para Komunitas Pecinta Kereta Api serta instansi terkait lainnya. Adapun sosialisasi dilakukan secara langsung dengan memberikan himbauan kepada pengguna jalan raya yang melintasi perlintasan menggunakan pengeras suara, membagikan stiker dan souvenir kepada pengguna jalan raya, dan melakukan pembentangan spanduk keselamatan yang bertuliskan imbauan untuk selalu memperhatikan keselamatan bersama serta memberikan bingkisan kepada petugas penjaga pintu perlintasan.

Perlu diketahui perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api. Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Reza menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, termasuk penggunaan helm bagi pengendara roda dua dan prioritas bagi perjalanan kereta api. Pelanggaran di perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga melanggar hukum sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api demi keselamatan bersama. Hal ini sejalan dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 Pasal 181 Ayat (1) yang melarang aktivitas di ruang manfaat jalur kereta api.

Dikatakan Reza, pada pasal 181 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api. 

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “setiap orang” dalam UU ini berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 18 yaitu perseorangan atau korporasi.

Setiap orang tersebut dilarang:

- Berada di ruang manfaat jalur kereta api;

Arti dari “berada di ruang manfaat jalur kereta api” yaitu terdiri dari jalan rel dan bidang tanah di kiri dan kanan jalan rel beserta ruang di kiri, kanan, atas, dan bawah yang digunakan untuk konstruksi jalan rel dan penempatan fasilitas operasi kereta api serta bangunan pelengkap lainnya. (Pasal 37)

- Ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan bagi pengoperasian kereta api dan merupakan daerah yang tertutup untuk umum. (Pasal 38). Sedangkan yang dimaksud jalan rel yaitu dapat berada:

a. Pada permukaan tanah;

b. Di bawah permukaan tanah; dan

c. Di atas permukaan tanah.

- Menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api;

Pengertian dari menyeret dalam ketentuan Pasal 181 ayat (1) huruf b adalah menarik atau mendorong barang tanpa roda dan melintasi jalur kereta api.

- Menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Yang dimaksud dengan “kepentingan lain” adalah penggunaan jalur kereta api yang tidak sesuai dengan fungsinya, antara lain bermain, berjualan, menggembala ternak, menjemur barang, membuang sampah atau kegiatan lainnya.

Ketentuan tersebut dikecualikan bagi petugas di bidang perkeretaapian yang mempunyai surat tugas dari Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian.

Dalam ketentuan Pasal 181 ayat (2) ini yang termasuk surat tugas adalah kartu atau tanda pengenal.

Jika melihat konstruksi Pasal 181 ayat (2) tersebut maka, ketentuan Pasal 181 berlaku bagi setiap orang yang tidak mempunyai surat tugas dari Penyelenggara Prasana Perkeretaapian.

“Setiap orang yang berada di ruang manfaat jalan kereta api, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak, dan menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api yang dapat mengganggu perjalanan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah)”, Tegas Reza.

Reza menambahkan adapun upaya lain sepanjang tahun 2025 yang telah dilakukan KAI Divre II Sumbar untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas khususnya di perlintasan sebidang KA diantaranya :

1. Menutup 10 titik perlintasan liar.

2. Melaksanakan sosialisasi keselamatan dan keamanan di 10 sekolah.

3. ⁠Melakukan sosialisasi di 103 titik perlintasan resmi, baik yang dijaga maupun tidak dijaga.

4. ⁠Memasang 34 banner keselamatan di titik rawan kecelakaan

5. ⁠Melaksanakan sosialisasi keselamatan di sepanjang jalur KA, termasuk pemberian CSR berupa sarana olahraga di 10 lokasi.

KAI mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak menerobos palang pintu, tidak mengabaikan rambu, serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melintas.

Dengan kepedulian dan kedisiplinan bersama, kecelakaan di perlintasan sebidang dapat dicegah, dan keselamatan transportasi dapat semakin terjamin.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat pengguna jalan. Ke depan, KAI bersama pemerintah daerah, BTP, dan stakeholder terkait akan memperluas upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang melalui edukasi, perbaikan fasilitas, serta peningkatan koordinasi lintas sektor” jelas Reza.

KAI Divre II Sumbar mengapresiasi masyarakat dan instansi yang mendukung upaya keselamatan perjalanan kereta api. Potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api dapat dilaporkan melalui stasiun terdekat atau Contact Center KAI di telepon 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.


#Kepala Humas Divre II Sumbar

Reza Shahab

 


Jakarta,kabanusa - Universitas Andalas (UNAND) kembali mendapat pengakuan nasional sebagai pelopor transformasi digital pendidikan tinggi. 

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen  Dikti,  Kemendiktisaintek mengundang  Rektor UNAND  sebagai narasumber utama dalam kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Dokumen Kelulusan dan Kemahasiswaan akan melaksanakan sosialisasi digitalisasi dokumen kelulusan yang digelar Kamis 18/9-2025 di Auditorium Gedung Lantai 2, Kompleks Senayan, Jakarta.

Kegiatan ini menghadirkan Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D  sebagai  perguruan tinggi percontohan (best   practice) karena keberhasilannya mengimplementasikan sistem digitalisasi   dokumen   kelulusan,    mencakup  ijazah, transkrip   nilai, Surat   Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), dan sertifikat profesi.

Langkah UNAND   ini sejalan   dengan Rencana   Strategis   UNAND   2025–2029   yang menargetkan Sound Management System & Corporate Culture. 

Sejak 2023, UNAND secara konsisten telah mengimplementasikan tanda tangan digital pada ijazah sesuai Permendikbudristek  No. 6/2022 dan Permendikbudristek No. 50/2024 tentang penomoran ijazah nasional.

UNAND  mengintegrasikan  Sistem  Informasi  Akademik  (SIA)  dengan  layanan  keamanan digital   PT   PERURI  melalui  API, sehingga dokumen kelulusan ditandatangani secara elektronik, memiliki QR Code verifikasi, dan dapat diunduh oleh mahasiswa melalui portal wisuda. 

"Sistem ini  mendukung  ijazah  dwi-bahasa  (Indonesia–Inggris) tanpa memerlukan terjemahan tambahan.

Implementasi ini  menghadirkan sejumlah manfaat  strategis yaitu  pertama proses  lebih cepat: Ijazah dapat diunduh dalam hitungan hari setelah wisuda; Kedua, jaminan keaslian: QR code memudahkan perusahaan, instansi, dan perguruan tinggi lain memverifikasi ijazah secara daring; Ketiga, aksesibilitas tinggi: mengurangi kebutuhan legalisir fisik, menghemat waktu dan biaya bagi alumni; ramah lingkungan yaitu mengurangi penggunaan kertas dan biaya cetak berulang,"ujar Rektor UNAND Dr Eva Yonnedi. 

Selain itu, keempat, efisiensi tata kelola yaitu mempermudah pengarsipan dan pencetakan ulang jika dokumen rusak atau hilang.

Proses transformasi ini bukan tanpa tantangan: mulai dari limit waktu persetujuan (approval) di PERURI yang ketat hingga kebutuhan pendampingan intensif bagi dekan dan pimpinan fakultas agar  tidak terlambat  mengajukan  dokumen.   

"Meski demikian,   UNAND terus meningkatkan infrastruktur server, alur approval, serta kapasitas SDM agar layanan semakin optimal,"ujar Eva Yonnedi.

Rektor UNAND menyatakan bahwa kepercayaan Ditjen Dikti merupakan bukti bahwa UNAND berada di jalur yang tepat dalam mendukung transformasi digital nasional. 

“Digitalisasi ijazah bukan sekadar inovasi, tetapi perlindungan masa depan lulusan. 

Sistem ini memastikan ijazah UNAND diakui secara sah, aman, dan dapat diverifikasi kapan saja. Kami  berharap  praktik  baik  ini  bisa  menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain,” pungkasnya. 

Dengan berpartisipasi pada forum ini, UNAND memperkuat perannya sebagai pionir kampus digital dan mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang transparan, efisien, dan berdaya saing global. (rls)

 


Sumbar,kabanusa - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumbar mencatat tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api Pariaman Ekspres selama masa liburan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H priode 4-7 September 2025. Sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan layanan angkutan yang andal dan aman, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan sebanyak 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa animo masyarakat Sumbar untuk bepergian menggunakan kereta api dalam momen liburan Maulid Nabi Muhammad ini sangat tinggi terutama yang menggunakan moda transportasi KA Pariaman Ekspres untuk berwisata ke kota Pariaman.

Kereta Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras melayani rute Padang-Pariaman yang memakan waktu tempuh sekitar 1.5 jam menuju pusat wisata pantai Gandoriah. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhkan pemandangan pesisir pantai yang indah serta suasana pedesaan khas Sumatera Barat. Dengan harga tiket yang terjangkau, kereta ini menjadi solusi bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan hemat namun tetap nyaman.

“Masa liburan Maulid Nabi Muhammad ini, volume penumpang KA Pariaman Ekspres dari tanggal 4-7 September 2025 mencapai 18.940 penumpang atau 112 % dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni sebanyak 16.960 tempat duduk” jelas Reza.

Reza memprediksi volume penumpang masih akan terus bertambah dan puncak penjualan tiket akan terjadi pada hari Ahad, 7 September 2025.

“Peningkatan volume ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan efektivitas sistem operasional dan perencanaan angkutan masa libur yang telah dilakukan KAI. Seluruh perjalanan KA didukung oleh petugas, optimalisasi rangkaian, dan layanan di stasiun yang semakin ramah pelanggan,” tambah Reza. 

Tingginya angka perjalanan ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat, terutama pada masa liburan panjang. Selain lebih terjangkau, aman dan nyaman, kereta api juga memberikan fleksibilitas waktu serta kemudahan akses ke berbagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu, Reza menekankan pentingnya keselamatan masyarakat saat beraktivitas di area stasiun, di atas kereta, maupun saat melintas di perlintasan sebidang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Saat melintasi perlintasan sebidang, berhenti, tengok kanan-kiri, dan pastikan aman sebelum melintas. Satu detik kehati-hatian bisa menyelamatkan nyawa,” imbaunya.

Dengan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan, KAI memastikan bahwa setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Kami juga akan terus menyesuaikan kapasitas dan pola operasi untuk menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada momen-momen dengan permintaan tinggi seperti long weekend ini,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap menjadikan kereta api sebagai sarana transportasi pilihan serta kepada seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.”, tutup Reza.



#Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

 


Sumbar,kabanusa - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras di momen libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, 4–7 September 2025.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa hingga Jumat (5/9) jumlah tiket yang terjual mencapai 15.361 tiket atau 90,6% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 16.960 kursi. Jumlah ini diperkirakan masih terus bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.

“Momentum libur panjang seperti Maulid Nabi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mendorong pariwisata daerah. KAI Divre II Sumbar siap mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan nyaman,” ujar Reza.

KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres setiap hari dengan kapasitas 4.240 tempat duduk. Kereta ini menjadi pilihan favorit masyarakat karena melayani rute Padang–Pariaman dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam menuju destinasi wisata populer Pantai Gandoriah. Selain harga tiket yang terjangkau, penumpang juga dapat menikmati pemandangan indah pesisir pantai dan pedesaan khas Sumatera Barat sepanjang perjalanan.

“Tingginya angka perjalanan ini menunjukkan kereta api tetap menjadi moda transportasi utama masyarakat, terutama di momen liburan panjang. Faktor kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses menjadi alasan utama pelanggan setia memilih kereta api,” ujar Reza.

Selain itu, Reza menekankan pentingnya keselamatan masyarakat saat beraktivitas di area stasiun, di atas kereta, maupun saat melintas di perlintasan sebidang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat khususnya pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan. Saat melintasi perlintasan sebidang, berhenti, tengok kanan-kiri, dan pastikan aman sebelum melintas. Satu detik kehati-hatian bisa menyelamatkan nyawa,” imbaunya.

KAI Divre II Sumbar juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap menjadikan kereta api sebagai sarana transportasi pilihan serta masyarakat yang ikut berperan aktif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan penumpang, baik dari sisi keselamatan, ketepatan waktu maupun kenyamanan guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti libur panjang kali ini,” tutup Reza..

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan KA serta pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:

Media Sosial: @KAI121

Email: cs@kai.id

WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121



Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

 


Sumbar,kabanusa - Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memberikan penghargaan kepada para penumpang setia KA. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pemberian souvenir menarik kepada penumpang di beberapa stasiun dan perjalanan kereta di wilayah Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa momentum Hari Pelanggan Nasional ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan kereta api bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga tentang menghadirkan kenyamanan, kebersamaan, dan pengalaman yang berkesan. Divre II Sumbar ingin meneguhkan bahwa pelanggan adalah bagian terpenting dari perjalanan kereta api.

“Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih dan diberikan kepada pelanggan setia KA yang tetap menjadikan kereta api sebagai moda transformasi pilihan dalam berpergian,” ujar Reza.

Tidak hanya penumpang setia, penghargaan ini juga ditujukan kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung kehadiran kereta api di Sumatera Barat. Kehadiran pelanggan dari berbagai latar belakang usia dan profesi menjadi energi bagi KAI untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan transportasi masyarakat yang dapat diandalkan.

Selain pembagian souvenir, kegiatan Hari Pelanggan Nasional juga dirangkaikan dengan interaksi langsung antara jajaran KAI Divre II Sumbar dengan para penumpang. Momen ini digunakan untuk menyerap masukan, saran, serta harapan pelanggan terhadap pelayanan kereta api di Sumatera Barat.

“Kami tidak hanya ingin memberikan apresiasi dalam bentuk souvenir, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan pelanggan. Setiap masukan dari penumpang adalah bekal berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” kata Reza.

Melalui peringatan Hari Pelanggan Nasional, KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk selalu menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta ramah lingkungan. KAI percaya bahwa pelanggan merupakan mitra utama dalam perjalanan transformasi menuju transportasi masa depan yang lebih baik.



#Kepala Humas Divre II Sumbar


 


Sumbar,kabanusa - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima kunjungan Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI) ke Divre II Sumbar. Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab di ruang Humas Kantor Divre II Sumbar, Kamis (4/9).

Reza mengapresiasi kontribusi aktif para jurnalis dalam mendorong kemajuan transportasi nasional, khususnya moda transportasi kereta api.

“Media dan jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategi yang mendorong transparansi, edukasi publik, dan peningkatan layanan serta melalui pemberitaan yang edukatif dan objektif, rekan-rekan jurnalis telah membantu masyarakat memahami pentingnya moda transportasi kereta api sebagai sarana yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan,” ujar Reza.

Ketua Umum IKW-RI, Davit Effendi menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada KAI Divre II Sumbar. Melalui kolaborasi ini, IKW-RI dapat merealisasikan salah satu program sosial yang termasuk dalam rangkaian kegiatan HUT ke-IX IKW-RI yang telah dilaksanakan pada 26 Juli 2025 lalu.

“Kami melihat komitmen PT KAI Divre II Sumbar dalam menyalurkan bantuan TJSL bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial semata, tetapi juga sebagai wujud kepedulian nyata terhadap pembangunan di sekitar jalur operasionalnya. Penyaluran yang tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung ini patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi BUMN lainnya” ujar Davit.

Davit menambahkan Salah satu kontribusi KAI Divre II Sumbar dalam pelaksanaan kegiatan HUT IKW-RI adalah penyerahan dana bantuan TJSL program Dungmas kebutuhan operasional Panti Asuhan Annisa dan program bantuan Sar'i berupa pengadaan sarana Masjid Ukhuwah di kota Padang.

Tercatat, sepanjang tahun 2025 KAI Divre II Sumbar telah menyalurkan bantuan dana Program TJSL sebesar Rp. 403.567.151,-”. (Empat Ratus Tiga Juta Lima Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Seratus Lima Puluh Satu Rupiah)

“Program TJSL ini merupakan bentuk kontribusi PT KAI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penerima dan mendorong semangat kebersamaan,”ujar Reza.

Melalui momentum ini, KAI Divre II Sumbar berharap kolaborasi bersama insan pers dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam konteks pemberitaan, tetapi juga sebagai mitra sosial untuk membangun daerah melalui peran masing-masing.

“Kami percaya bahwa kemajuan transportasi masyarakat tidak lepas dari keterlibatan semua pihak, termasuk media. Sinergi ini harus terus dijaga agar manfaat kehadiran kereta api dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tutup Reza.


#Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

 


Sumbar,kabanusa - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mengajak seluruh pengguna jasa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, serta kelestarian fasilitas di area stasiun. Melalui kampanye bertajuk #SalingJagaBersama – Jaga Stasiun, Jaga Perjalanan Kita, KAI menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam merawat sarana publik yang digunakan bersama.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa fasilitas stasiun merupakan aset bersama yang harus dijaga agar perjalanan kereta api tetap nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jasa.

“Stasiun adalah ruang publik yang kita nikmati bersama. Dengan menjaga kebersihan, menghindari tindakan vandalisme, serta menggunakan fasilitas secara bijak, maka seluruh penumpang dapat merasakan kenyamanan yang sama dalam setiap perjalanan,” ujarnya.

Yuk… bersama-sama kita lakukan ini demi kenyamanan bersama diantaranya:

1. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

2. ⁠Menggunakan fasilitas secara bijak sesuai fungsinya.

3. ⁠Menghindari tindakan vandalisme atau perusakan yang dapat merugikan banyak pihak.

4. ⁠Menjaga keamanan dan keselamatan bersama dengan tetap waspada dan mematuhi aturan yang berlaku baik aturan di stasiun, di atas KA maupun di jalur KA.

Lebih lanjut, Reza juga menjelaskan bahwa keselamatan bukan hanya milik penumpang, tetapi juga tanggung jawab kita bersama.

Imbauan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya Pasal 181, yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api tanpa izin. Selain itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menegaskan larangan melakukan aktivitas yang mengganggu keselamatan perjalanan kereta api. Pelanggaran atas ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana maupun denda.

KAI Divre II Sumbar menekankan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama serta sarana dan prasarana yang tersedia merupakan wujud pelayanan untuk masyarakat. Namun, keberlangsungan dan manfaatnya hanya bisa optimal apabila ada partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga dan merawatnya.

KAI berharap adanya kesadaran dan kepedulian kolektif dari masyarakat agar stasiun tetap terawat, jalur rel aman dari aktivitas ilegal, dan perjalanan kereta api berjalan selamat, aman, serta lancar.

“Mari kita jaga bersama, Kereta api adalah milik kita semua, sehingga merawatnya berarti menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama,” tutur Reza.

Stasiun yang terawat akan menciptakan suasana perjalanan yang lebih nyaman, tertib, dan menyenangkan. Oleh karena itu, kepedulian setiap individu sangat diperlukan agar fasilitas publik ini dapat terus dimanfaatkan dengan baik untuk jangka panjang.

“Melalui gerakan #SalingJagaBersama, kami berharap seluruh pihak semakin peduli terhadap lingkungan stasiun dan keselamatan perjalanan kereta api. Mari kita jadikan stasiun sebagai ruang bersama yang aman, bersih, dan nyaman untuk kita semua,” tutup Reza.


#Reza Shahab



Sumbar,Kabanusa - Berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danantara Asset Management Selaku Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia Nomor: SK-224/MBU/08/2025 dan SK.039/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Agustus 2025. Mengangkat:

1. Purnomo Sucipto sebagai Komisaris 

2. I Wayan Sugiri sebagai Komisaris 

3. Arnanto sebagai Komisaris Independen

4. Raizal Arifin sebagai Komisaris Independen 

Adapun berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danantara Asset Management Selaku Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia Nomor: SK-223/MBU/08/2025 dan SK.038/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Agustus 2025. Mengangkat:

1. Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama 

2. Dody Budiawan sebagai Wakil Direktur Utama 

3. I Gede Darmayusa sebagai Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi

4. Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko

5. Atih Nurhayati sebagai Direktur SDM dan Kelembagaan 

6. Rafli Yandra sebagai Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha

7. Indarto Pamoengkas sebagai Direktur Keuangan dan Umum 

*Selain itu, berdasarkan surat tersebut Kementerian BUMN dan PT Danantara Asset Management juga memberhentikan dengan hormat:* 

1. Johan Bakti Porsea Sirait sebagai Komisaris Independen

2. Chairul Anwar sebagai Komisaris 

3. Sri Paduka Mangkoenagoro X Sebagai Komisaris

4. Rochadi sebagai Komisaris Independen 

5. Didiek Hartantyo sebagai Direktur Utama, 

6. Hadis Surya Palapa sebagai Direktur Niaga KAI

7. Rudi As Aturridha sebagai Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan

8. Rosma Handayani sebagai Direktur SDM dan Umum KAI, dan 

9. John Robertho sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Pengelolaan Sarana KAI. 

“Kami menyambut baik kehadiran jajaran komisaris dan direksi yang baru akan memperkuat langkah KAI dalam menghadirkan layanan terbaik dan berkontribusi bagi kemajuan perkeretaapian nasional,” ujar EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji.

Agus mewakili manajemen KAI juga menyampaikan terima kasih kepada Johan Bakti Porsea Sirait, Chairul Anwar, Sri Paduka Mangkoenagoro X, Rochadi, Didiek Hartantyo, Hadis Surya Palapa, Rudi As Aturridha, Rosma Handayani, dan John Robertho atas pengabdian, dedikasi, serta kontribusi yang telah diberikan dalam memajukan KAI.

Pada kesempatan terpisah, Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa telah terjadi perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan rincian sebagai berikut:

*Dewan Komisaris*

1. Komisaris Utama: Said Aqil Siroj

2. Komisaris Independen: Endang Tirtana

3. Komisaris Independen: Arnanto

4. Komisaris Independen: Raizal Arifin

5. Komisaris: Purnomo Sucipto

6. Komisaris: I Wayan Sugiri

7. Komisaris: Diah Natalisa

8. Komisaris: Mohamad Risal Wasal

*Direksi*

1. Direktur Utama: Bobby Rasyidin

2. Wakil Direktur Utama: Dody Budiawan

3. Direktur Portofolio Manajemen & Teknologi Informasi: I Gede Darmayusa

4. Direktur Perencanaan Strategis & Manajemen Risiko: Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat

5. Direktur SDM & Kelembagaan: Atih Nurhayati

6. Direktur Bisnis & Pengembangan Usaha: Rafli Yandra

7. Direktur Keuangan & Umum: Indarto Pamoengkas

8. Direktur Pengelola Sarana & Prasarana: Heru Kuswanto

9. Direktur Operasi: Awan Hermawan Purwadinata

10. Direktur Keselamatan & Keamanan: Dadan Rudiansyah

Anne menegaskan, perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi ini menjadi momentum penting bagi KAI untuk melanjutkan strategi, mempercepat inovasi, dan meningkatkan kualitas layanan.

Disamping itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menambahkan bahwa dengan komposisi baru dalam jajaran komisaris dan direksi, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan perjalanan.

KAI akan terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan jaringan transportasi berbasis rel yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran KAI memberi dampak nyata bagi mobilitas masyarakat serta terus melakukan pembaruan dan perbaikan secara menyeluruh demi mewujudkan visi menggerakkan transportasi berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memberikan nilai tambah yang kontinu bagi masyarakat dan bangsa,” tutup Reza.


#Reza Shahab 

#Kepala Humas KAI Divre II Sumbar


Sumbar,kabanusa - Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung visi pembangunan nasional dan pelayanan publik yang berkualitas, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimplementasikan Employee Well-Being Policy (EWP) di lingkungan kerja Divisi Regional II Sumatera Barat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa Melalui kegiatan bertajuk “Health Challenge”, program Employee Well-Being ini bertujuan membangun budaya kerja yang sehat serta meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya pola hidup sehat, baik secara fisik maupun mental.

Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional yang mendorong penciptaan lingkungan kerja sehat di seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mendukung program Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kota Padang dalam upaya penghentian kebiasaan merokok. Pada tahap awal pelaksanaan, KAI Divre II Sumbar menggandeng sejumlah mitra strategis dalam bidang kesehatan, antara lain Puskesmas, RSU Bunda Padang, dan berbagai pihak medis untuk menyukseskan kegiatan Mini Medical Check Up (MCU) dan pemeriksaan Smoking Analyzer.

Beberapa tantangan dalam Health Challenge meliputi:

- Healthy Lifestyle Champion: Tantangan bagi pekerja yang konsisten menjalankan gaya hidup sehat, termasuk latihan fisik, konsumsi gizi seimbang, dan catatan kesehatan yang baik.

- ⁠Tobacco Free Ambassador / Smoking Cessation Challenge: Tantangan bagi pekerja yang berhasil berhenti merokok dan mempertahankan gaya hidup bebas rokok.

- ⁠Fitness Inspiration Challenge: Tantangan bagi pekerja yang menginspirasi rekan kerja melalui komitmen terhadap kebugaran jasmani, seperti penurunan berat badan atau peningkatan kebugaran.

- ⁠Personal Health Improvement Challenge: Tantangan bagi pekerja yang menunjukkan perbaikan signifikan pada kondisi penyakit kronis berdasarkan evaluasi medis.

- ⁠Mental Health Influencer Challenge: Tantangan bagi pekerja yang aktif mempromosikan kesehatan mental dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif secara psikososial.

Melalui tantangan ini, karyawan diharapkan dapat meningkatkan kondisi fisik dan mental yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pemeriksaan ini tidak hanya bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan individu, tetapi juga sebagai langkah awal dalam menyusun strategi peningkatan kesejahteraan karyawan secara terstruktur dan berkelanjutan. Dengan dukungan data yang valid, manajemen dapat melakukan intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Lebih lanjut, program Employee Well-Being Policy ini diharapkan menjadi model pengembangan sumber daya manusia di lingkungan BUMN, di mana kesehatan karyawan diposisikan sebagai aset utama dalam memberikan pelayanan publik yang andal, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

“Dengan terlaksananya program ini, KAI Divre II Sumbar menegaskan bahwa transformasi pelayanan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui pembangunan manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi” tutup Reza.


#Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat

Reza Shahab




Padang,relasipublik - Usai menjamu ratusan jejaring kota kreatif saat tiba di ibu kota Sumatera Barat dengan moda transportasi KA Minangkabau Ekspres menuju stasiun Pulau Aie sekaligus pelaksanaan Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat juga turut hadir memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-356 Kota Padang melalui Festival Telong-Telong, sebuah pawai budaya malam yang menjadi tradisi tahunan dan ikon perayaan kota.

Pada festival yang digelar Rabu malam (6/8/2025) tersebut, KAI Divre II Sumbar menghadirkan replika “Mak Itam” yang merupakan sebuah lokomotif uap berwarna hitam yang pernah berjaya di jalur perkeretaapian Sumatera Barat, khususnya di kawasan tambang batu bara Ombilin, Sawahlunto. Nama “Mak Itam”, yang berasal dari bahasa Minangkabau dan berarti “Ibu Hitam”, menjadi simbol kedekatan emosional masyarakat terhadap kereta uap ini, yang dulunya berperan penting dalam mengangkut hasil tambang dari pedalaman ke pelabuhan serta termasuk salah satu aset bersejarah yang kini dilestarikan oleh KAI sebagai bagian dari warisan budaya perkeretaapian Indonesia. Tak hanya sebagai sarana transportasi masa lalu, Mak Itam kini dikenal sebagai ikon wisata heritage yang membawa nilai sejarah, budaya, dan kebanggaan daerah, serta menjadi bagian dari kawasan Warisan Dunia UNESCO di kota Sawahlunto.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa partisipasi KAI dalam Festival Telong-Telong merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus dekat dengan masyarakat dan mendukung penguatan identitas kota.

“Kereta api bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga bagian dari wajah kota dan identitas budaya. Melalui replika ini, kami ingin merayakan HUT Kota Padang dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan penuh makna,” ujar Reza.

Replika yang dirancang dan dibangun oleh tim internal KAI Divre II Sumbar bersama komunitas kreatif lokal dalam Festival Telong-Telong menggambarkan Lokomotif Mak Itam, lengkap dengan warna hitam legam khas lokomotif uap serta aksen lampu kuning keemasan yang menyala di malam hari. Desain ini tidak hanya merepresentasikan wujud fisik Mak Itam, tetapi juga membangkitkan nuansa sejarah perkeretaapian Sumatera Barat.

Paduan antara bentuk lokomotif klasik dan unsur budaya lokal ini menjadikan replika Mak Itam tidak hanya sebagai ikon transportasi, tetapi juga sebagai simbol kolaborasi antara warisan sejarah dan kekayaan budaya Minangkabau.

Reflika Mak Itam menjadi salah satu bagian festival yang paling mencuri perhatian dalam pawai, menampilkan visualisasi transportasi dengan kekayaan budaya lokal.

Partisipasi KAI mendapat sambutan meriah dari warga yang memadati rute pawai. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen bersama replika Mak Itam tersebut, menjadikannya sebagai simbol sinergi antara transportasi dan pelestarian budaya lokal.

“Kami bangga bisa menjadi bagian dari semangat kolaboratif yang ditunjukkan Kota Padang dalam perayaan ini. Semoga kehadiran KAI selalu memberi kontribusi positif, tidak hanya dalam mobilitas masyarakat, tapi juga dalam membangun karakter dan kebanggaan kota,” tutup Reza.


#Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

 


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyambut baik pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) tahun 2025 di kota Padang.

Kegiatan yang resmi dimulai pada Rabu (6/8/2025) ini merupakan ajang penguatan jejaring kreatif secara nasional sekaligus ajang memperkenalkan potensi budaya dan inovasi Kota Padang serta memperkuat ekosistem kota kreatif di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Barat. Ratusan jejaring kota kreatif dari berbagai daerah di Indonesia tiba di ibu kota Sumatera Barat dan disambut dengan nuansa budaya Minangkabau yang kental.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk tidak hanya menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang terus tumbuh. 

“Kami siap mendukung penuh kegiatan Rakornas ICCN di kota Padang. Kolaborasi dengan ICCN ini menunjukkan bahwa transportasi publik juga bisa menjadi medium promosi budaya dan identitas lokal,” ujar Reza.

Reza menambahkan dukungan ini merupakan salah satu bentuk komitmen KAI dalam peningkatan layanan kepada stakeholder dan seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kereta api sebagai sarana transportasi pilihan.

Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), para peserta Rakornas langsung disambut alunan musik tradisional Minangkabau, yakni talempong. Dari bandara, rombongan kemudian diarahkan menuju Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) untuk menikmati beragam kuliner khas Minangkabau, seperti lapek bugih, sala lauak, dan kacimuih, serta dihibur dengan pertunjukan musik akustik di dalam stasiun. Kemudian, peserta melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api Minangkabau Ekspres menuju Stasiun Pulau Aie, kawasan Kota Tua Padang.

Ketua Pelaksana Rakornas ICCN 2025, Yulviadi Adek, yang juga Koordinator Daerah ICCN Sumbar memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT KAI Divre II Sumbar yang telah mendukung penuh kegiatan ini. KAI Divre II Sumbar bukan hanya memberi fasilitas transportasi, tapi juga memperkenalkan warisan budaya Sumatera Barat melalui sejarah kereta api dan kuliner lokal. Inilah yang kita sebut kolaborasi kreatif.

“Apresiasi besar untuk PT KAI yang telah menyiapkan penyambutan luar biasa ini. Kedatangan kawan-kawan jejaring kreatif ini bukan sekadar acara, tapi momentum untuk menguatkan jejaring nasional sekaligus memperkenalkan wajah kreatif Kota Padang dan Sumatera Barat. Hari pertama ini saja sudah menunjukkan bahwa penyambutan kita penuh rasa, budaya, dan inovasi,” ujar Yulviadi.

Sesampainya di Stasiun Pulau Aie, para peserta disambut dengan atmosfer heritage khas Kota Tua Padang. Sambutan menjadi semakin meriah dengan kehadiran komunitas angkot kreatif Padang yang menjemput peserta menggunakan armada dengan desain penuh warna dan seni kendaraan yang sempat viral dan dikenal sebagai ikon transportasi kreatif di Indonesia.

Pada malam harinya, seluruh peserta turut ambil bagian dalam pawai budaya Telong-telong, yang digelar bersama masyarakat Kota Padang dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Padang ke-356.

Menutup pernyataannya, Reza menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun sinergi antara transportasi, budaya, dan ekonomi kreatif.

“KAI akan terus mendukung setiap inisiatif yang menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi lintas sektor seperti ini, Sumatera Barat bisa menjadi contoh nyata kota kreatif yang terhubung, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Reza.


#Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat

 

Sumbar,kabanusa - Sebagai upaya peningkatan konektivitas dan memberikan kemudahan mobilitas masyarakat, mulai 1 Agustus 2025 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang kembali memperluas jangkauan relasi perjalanan Kereta Api Lembah Anai hingga Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sebelumnya, KA Lembah Anai hanya melayani perjalanan dari stasiun Duku - Stasiun Kayutanam.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa perluasan relasi ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan kereta api, tetapi juga memudahkan akses masyarakat dari dan menuju kawasan bandara, serta mendukung konektivitas antarwilayah di Provinsi Sumatera Barat.

_Kapasitas dan Fasilitas KA Lembah Anai_

KA Lembah Anai yang beroperasi sebanyak 6 perjalanan ini memiliki rangkaian 1 Lokomotif + 1 Kmp3 (Kereta Makan) + 1 K3 (Kereta Ekonomi) (64 seat) sehingga menyediakan kapasitas tempat duduk sebanyak 384 seat dalam sehari dengan rangkaian kereta ekonomi AC yang nyaman, dilengkapi fasilitas AC, toilet, Charger serta area yang bersih dan aman.

Adapun stasiun-stasiun yang dilalui dalam relasi BIM – Kayutanam antara lain:

Stasiun BIM – Duku – Pasar Usang - Lubuk Alung – Sicincin – Kayutanam. KA ini juga melintasi sejumlah kawasan ramai seperti Pasar Kayu Tanam, Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin, akses menuju Lembah Anai, serta jalur utama menuju Padang Panjang dan Bukittinggi, sehingga sangat strategis dalam menunjang aktivitas ekonomi dan wisata masyarakat.

_Harga Tiket dan Jadwal Keberangkatan KA_

Harga tiket KA Lembah Anai tetap terjangkau dan kompetitif, memudahkan berbagai kalangan untuk menikmati moda transportasi yang aman, tepat waktu, dan bebas macet :

- Kayuyanam – Duku: Rp3.000

- ⁠Kayutanam – BIM: Rp5.000

- ⁠BIM – Kayutanam: Rp5.000

- ⁠Duku – Kayutanam: Rp3.000

Berikut jadwal 6 perjalanan KA Lembah Anai relasi BIM - Kayutanam sebagai berikut : 

*Stasiun Stasiun Kayutanam - Stasiun BIM*

- B52 berangkat pukul 06.40 WIB

- ⁠B56 berangkat pukul 10.25 WIB

- ⁠B60 berangkat pukul 17.15 WIB

*Stasiun BIM Stasiun Kayutanam*

- B53 berangkat pukul 08.10 WIB

- ⁠B57 berangkat pukul 13.50 WIB

- ⁠B61 berangkat pukul 20.00 WIB

“Dari sisi volume penumpang, sepanjang Semester I Tahun 2025, KA Lembah Anai menunjukkan kinerja yang positif dengan jumlah penumpang mencapai 51.116 penumpang” ujar Reza.

Tiga stasiun dengan jumlah penumpang naik terbanyak:

1. Stasiun Duku sebanyak 16. 382 penumpang

2. ⁠Stasiun  Kayutanam sebanyak 15.855 penumpang

3. ⁠Stasiun Sicincin sebanyak 10.304 penumpang 

Sementara itu, tiga stasiun dengan jumlah penumpang turun terbanyak:

1. Stasiun Duku sebanyak 16. 567 penumpang

2. Stasiun Kayutanam sebanyak 15.978 penumpang

3. ⁠Stasiun Sicincin sebanyak 11.209 penumpang.

“perluasan jangkauan relasi ini merupakan salah satu strategi KAI dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat, sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal, sejalan dengan komitmen KAI dalam menyediakan transportasi publik yang andal dan berkelanjutan. KAI berharap, animo masyarakat terhadap penggunaan transportasi massal ramah lingkungan semakin meningkat.” tutup Reza.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan KA serta pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:

Media Sosial: @KAI121

Email: cs@kai.id

WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121


#Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat

 


Sumbar,kabanusa - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya peringatan Hari Ulang Tahun ke-IX Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI) yang jatuh pada tanggal 26 Juli 2025.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengapresiasi kontribusi aktif para jurnalis dalam mendorong kemajuan transportasi nasional, khususnya moda transportasi kereta api, serta mendukung penyebarluasan nilai-nilai sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Media dan jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mendorong transparansi, edukasi publik, dan peningkatan layanan serta melalui pemberitaan yang edukatif dan objektif, rekan-rekan jurnalis telah membantu masyarakat memahami pentingnya moda transportasi kereta api sebagai sarana yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Selain itu, liputan media terhadap kegiatan sosial KAI juga memperkuat dampak keberlanjutan dari program-program TJSL yang kami jalankan,” ujar Reza.

KAI Divre II Sumbar selama ini telah menjalankan berbagai program sosial di wilayah operasionalnya, mulai dari dukungan pendidikan, pembangunan infrastruktur lingkungan, hingga kampanye keselamatan perjalanan kereta api. Seluruh kegiatan tersebut mendapat perhatian dan publikasi luas berkat peran aktif media lokal maupun nasional.


Hal ini selaras dengan keikutsertaan KAI Divre II Sumbar dalam menyukseskan serangkaian kegiatan HUT ke-IX IKW-RI diantaranya penyerahan dana bantuan TJSL program Dungmas kebutuhan operasional Panti Asuhan Annisa dan program bantuan Sar’i berupa pengadaan sarana Masjid Ukhuwah di kota Padang.

Insan pers sekaligus Ketua Umum IKW-RI, Davit Effendi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KAI Divre II Sumbar. Melalui kolaborasi ini, IKW-RI dapat merealisasikan salah satu program sosial yang termasuk dalam rangkaian kegiatan HUT ke-IX IKW-RI.

“Kami melihat komitmen PT KAI Divre II Sumbar dalam menyalurkan bantuan TJSL bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial semata, tetapi juga sebagai wujud kepedulian nyata terhadap pembangunan masyarakat di sekitar jalur operasionalnya. Penyaluran yang tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung ini patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi BUMN lainnya” ujar Davit.

Melalui momentum ini, KAI Divre II Sumbar berharap kolaborasi bersama insan pers dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam konteks pemberitaan, tetapi juga sebagai mitra sosial untuk membangun daerah melalui peran masing-masing.

“Kami percaya bahwa kemajuan transportasi publik tidak lepas dari keterlibatan semua pihak, termasuk media. Sinergi ini harus terus dijaga agar manfaat kehadiran kereta api dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tutup Reza.


#Reza Shahab

#Humas KAI Divre II Sumbar

 


Sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat serta lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) melalui Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menyalurkan bantuan dalam Program Bina Lingkungan (BL) di wilayah kota Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa bantuan dana TJSL ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi PT KAI Divre II Sumbar dalam  berkontribusi positif melalui program-program sosial yang berkelanjutan. KAI akan terus hadir dan berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Penyaluran bantuan dana TJSL kali ini, melibatkan rekan-rekan jurnalis/wartawan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI)”, ujar Reza.

Bantuan dana sosial ini sekaligus mendukung salah satu rangkaian kegiatan HUT IKW-RI ke-9 yang akan diselenggarankan pada Sabtu, 26 Juli 2025 mendatang di Esa Caffe, kawasan GOR Haji Agus Salim.

Reza menambahkan bahwa semangat kolaborasi dalam bidang sosial ini menunjukkan bahwa KAI Divre II Sumbar tak hanya berorientasi pada layanan dan bisnis, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan sosial kemasyarakatan khususnya di provinsi Sumatera Barat.

“Kolaborasi ini bukanlah bentuk bantuan temporer, melainkan cerminan dari komitmen jangka panjang untuk membangun sinergi dengan insan pers. KAI memandang wartawan bukan hanya sebagai penyampai informasi, tapi juga mitra strategis dalam membangun peradaban informasi yang sehat, edukatif, dan konstruktif,” ujarnya.

Bantuan dana TJSL ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Komite TJSL KAI Divre II Sumbar yang diwakili Asisten Manager Keuangan dan Pajak, Billy Purba kepada para penerima dan disaksikan oleh Ketua IKW-RI, Sukra Rahmat Putra beserta anggota. Adapun bantuan yang diberikan meliputi:

1. Bantuan KAI Dungmas bantuan kebutuhan operasional panti asuhan annisa senilai Rp 16.100.000,- (Enam Belas Juta Seratus Ribu Rupiah) di Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang;

2. ⁠Bantuan KAI Sar'i  bantuan pengadaan sarana Masjid Ukhuwah senilai Rp 19.000.000,- (Sembilan Belas Juta Rupiah) di Parupuk Tabing Koto Tangah, Kota Padang;

Tercatat, sepanjang tahun 2024 KAI Divre II Sumbar telah menyalurkan bantuan dana Program TJSL sebesar Rp.399.997.451,-. Sementara itu, hingga akhir Juli, total bantuan TJSL yang telah disalurkan di tahun 2025 mencapai Rp. 403.567.151 ,-”. (Empat Ratus Tiga Juta Lima Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Seratus Lima Puluh Satu Rupiah)

“Program TJSL ini merupakan bentuk kontribusi PT KAI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penerima dan mendorong semangat kebersamaan,” ujar Reza.

Ketua Umum IKW-RI, Davit Effendi secara terbuka mengapresiasi peran serta PT KAI dalam menyukseskan kegiatan tahun ini. Ia menyebut, partisipasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara media dan dunia usaha sangat mungkin terbangun dalam kerangka yang saling menguatkan.

Senada, Reza dan Sukra mengajak masyarakat untuk tetap bersama-sama menjaga keamanan aset dan kelancaran perjalanan kereta api serta tetap menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan masyarakat khususnya di wilayah Sumatera Barat.


#Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

 


Padang,kabanusa — Wujud nyata sinergitas antara korporasi dan organisasi profesi kembali terlihat dalam kegiatan sosial yang digagas oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat bersama Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI). Kegiatan  berlangsung pada Jumat (25/7)2025) berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Panti Asuhan An-Nisa, menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

Hadir dalam kegiatan itu jajaran perwakilan dari PT KAI Divre II Sumbar, di antaranya Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, serta Billy dari Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KAI. Dari pihak IKW-RI tampak Ketua Umum, Sekretaris, serta panitia pelaksana peringatan Hari Ulang Tahun IKW-RI. Kegiatan ini juga turut disambut hangat oleh Ketua Panti Asuhan An-Nisa, Desi, beserta anak-anak panti dan masyarakat sekitar.

Meski Kepala Divre II Sumbar berhalangan hadir, Reza selaku Kepala Humas KAI Divre II menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa kehadiran pihak KAI di kegiatan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memperkuat relasi dengan mitra strategisnya, khususnya IKW-RI yang telah memelopori kegiatan sosial ini.

“Kami sangat mengapresiasi IKW-RI sebagai mitra yang tidak hanya aktif di bidang jurnalistik, tetapi juga turut mengambil peran dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial. Kolaborasi ini adalah cerminan dari semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang peduli dan inklusif,” ujar Reza.

Sebagai bentuk dukungan nyata, KAI dan IKW-RI menyalurkan bantuan berupa paket sembako senilai Rp16,1 juta, yang terdiri dari beras, susu Indomilk, Energen, telur, dan minyak goreng. Bantuan ini diserahkan langsung kepada pengurus Panti Asuhan An-Nisa dan diterima dengan penuh rasa syukur dan haru.

Misi Sosial yang Menyentuh

Ketua Panti Asuhan An-Nisa, Desi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dari kedua pihak. Dalam suasana yang penuh haru, ia menuturkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi kelangsungan operasional dan kebutuhan sehari-hari anak-anak di panti.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga sinergi dan kepedulian seperti ini terus berlanjut, karena sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan anak-anak di sini,” ungkap Desi dengan mata berkaca-kaca.

Lebih dari sekadar penyerahan bantuan, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi dan penguatan nilai-nilai sosial. Dalam pesannya, Reza juga mengajak masyarakat, khususnya anak-anak panti dan warga sekitar, untuk ikut serta menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

“Kami mengajak semua pihak untuk ikut menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Jangan melempar batu ke arah kereta, jangan bermain di jalur rel. Kereta api adalah milik kita bersama, mari kita rawat bersama-sama,” tegasnya.

Kebersamaan yang Menginspirasi

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT IKW-RI yang tahun ini mengusung tema "Media Bersatu, Masyarakat Maju." Sinergi antara IKW-RI dan KAI tidak hanya mencerminkan kolaborasi institusional, tetapi juga memperlihatkan wajah humanis dari dua entitas besar yang selama ini lebih dikenal lewat aktivitas profesional masing-masing.

IKW-RI sebagai wadah para wartawan di Sumatera Barat, menunjukkan peran strategisnya dalam membangun kepedulian sosial. Sementara KAI Divre II Sumbar melalui program TJSL-nya, konsisten hadir di tengah masyarakat sebagai korporasi yang peduli terhadap keberlangsungan hidup dan kesejahteraan sosial.

Ketua Umum IKW-RI, Davit Effendi, menegaskan bahwa kegiatan sosial ini menjadi salah satu wujud nyata tanggung jawab moral insan pers terhadap masyarakat.

“Kami di IKW-RI percaya bahwa wartawan bukan hanya penyampai berita, tapi juga agen perubahan sosial. Momentum ini memperlihatkan bahwa sinergi antara media dan korporasi bisa menghasilkan dampak nyata yang menyentuh sisi kemanusiaan,” ujar Davit.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Sukra Rahmat Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak yang telah mewujudkan kegiatan ini.

“Kami berterima kasih kepada PT KAI Divre II yang telah merespons ajakan kami untuk bersama-sama berbagi. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya,” ungkap Sukra.

Kolaborasi antara PT KAI Divre II Sumatera Barat dan IKW-RI dalam kegiatan sosial ini bukan hanya sekadar agenda seremonial, melainkan gambaran tentang bagaimana kepedulian dapat tumbuh dari sinergi lintas sektor. Di tengah deru lokomotif dan riuhnya dunia pemberitaan, keduanya membuktikan bahwa di atas segalanya, nilai kemanusiaan tetap menjadi lokomotif utama menuju Indonesia yang lebih berempati dan inklusif.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.